“TOP

“He-Man” : IDEOLOGI FASIS KAUM FUNDAMENTALIS

blog_cover-fasismeIdeologi fasis berkembang di sejumlah negara dunia seiring dengan terjadinya krisis ekonomi yang parah pada era 30 an. Kata fasis diambil dari kata latin Fasces yaitu seikat ranting yang dibawa orang di depan hakim-hakim roma sebagai lambing kekuasaan.Ideologi fasis sendiri lahir di Italy paska perang dunia I.Perang menyebabkan ekonomi Italy memburuk , pengangguran meningkat dimana-mana , kaum sosialis dan komunis semakin radikal , petani merampas tanah , para buruh mengadakan aksi mogok dll.Para kaum kapitalis dan industriawan kemudian menyewa sekelompok tukang pukul yang terdiri dari para penjahat dan kriminal , mereka berkelahi di jalan-jalan , menghajar kaum buruh yang mogok , bertempur melawan kaum petani miskin yang mencaplok lahan para tuan tanah , dan menghancurkan organisasi-organisasi berpaham kiri.Kelompok ini dikenal dengan nama Fasci di Combattimento (Kalompok-kelompok untuk bertempur).Kelompok ini akhirnya mengembangkan ideologinya sendiri , dengan dipimpin oleh Benitto Mussolini kalompok ini mulai mendapat pengaruh. Kaum fasis menolak parlemen dan sangat mengagungkan kekerasan. Pada tahun 1922 kaum fasis dalam jumlah besar memasuki kota Roma kemudian mengambil alih kekuasaan.Read Full Post
__________________________________________________________

ANARKISME: Satu Utopia Lagi?

Oleh : Marco Kusumawijaya

Beberapa hari belakangan ini banyak peristiwa dicap ’anarkis’, ialah peristiwa-peristiwa perusakan, kejahatan, ‘main hakim sendiri’ dan kekerasan lainnya yang tidak mengindahkan sama sekali kehadiran pihak yang berwenang maupun sesama warga lain di dekatnya. Seolah-olah tidak ada hukum, tidak ada ‘yang berwenang’. Bahkan : tidak ada ‘masyarakat’. Karenanya anarkisme menjadi cap berkonotasi sangat negatif.

Pada saat ‘gerakan’ LSM kini sedang marak-maraknya dan tidak dapat dipungkiri turut berperan dalam mewujudkan ‘reformasi’, ada perlunya meluruskan pemahaman akan konsepsi ‘anarkisme’. Mengapa ?Read Full Post
___________________________________________________________

The Right to be Lazy

51peizmllvl_bo2204203200_pisitb-sticker-arrow-clicktopright35-76_aa240_sh20_ou01_

Karya: Paul Lafargue
Hak untuk Malas

“Dunia yang lebih baik, lebih adil dan lebih indah, itu mungkin”

Kata Pengantar dari Penulis

M. Thiers, dalam sebuah sesi tertutup pertemuan komisi pendidikan dasar pada tahun 1849, mengatakan: “Saya berharap untuk membuat pengaruh jajaran kependetaan menjadi sangat kuat, karena saya mengandalkannya untuk mempropagandakan bahwa, filsafat yang baik adalah yang mengajarkan kepada manusia bahwa mereka hidup di dunia ini untuk menderita, bukan filsafat lainnya yang, sebaliknya, menawarkan kepada manusia untuk bersenang-senang.” M. Thiers sedang menyatakan etika kelas kapitalis, yang egoisme ganas dan kepicikan intelijensinya menjelma dalam dirinya. Baca Sambungannya

___________________________________________________________

Anarki, masa lalu dan sifat alami manusia

jurnal21

Sadar atau tidak, kebanyakan dari kita, pada dasarnya memegang kepercayaan yang sama mengenai sifat alami manusia. Kepercayaan pada sifat alami manusia berputar di dalam satu kesimpulan kepercayaan akan “insting hewani” dari sifat manusia atau sifat alami manusia yang berada diantara “perseteruan yang baik dan buruk.” Bagaimanapun keyakinan akan sifat alami manusia menemukan muara yang lain, idenya akan selalu didasari dengan sifat-sifat manusia di masa lalu. Apabila sifat alamiah manusia kita dikarakteristikan dengan cara-cara manusia hidup di masa lalu, maka anarki mengkarakteristikan insting internal dari manusia – sifat alami kita – karena manusia telah hidup di dalam suatu “state of anarchy” selama ratusan sampai ribuan tahun.Read Full Post

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...