Anarkisme : sebuah alternatif bagi sistem yang ada sekarang.

Posted on May 22, 2008. Filed under: ARTIKEL |

Apa itu Anarkisme serta hubungannya dengan Punk diseluruh penjuru dunia. Kegagalan para politisi dalam “politik jual – beli” meyakinkan sebuah kontra kultur akan ide bahwa kita semua akan jauh lebih baik hidup tanpa vampir-vampir ini.

“Semua pemerintahan tidaklah diinginkan dan tidak perlu, tidak ada pelayanan yang dapat disediakan pemerintahan yang tidak dapat disediakan oleh suatu komunitas secara swadaya. Kita tidak perlu disuruh – suruh melakukan sesuatu atau diberitahu bagaimana menghidupi hidup kita apalagi dibebani oleh pajak, aturan, regulasi – regulasi serta tuntutan – tuntutan akan hasil kerja kita” (Profane Existence(PE) #5,Agustus 1990 hal 38,Ayf)

Ketika harus memilih diantara ideologi politik : Punk cenderung Anarkis. Hal ini tidak mengesampingkan fakta masih ada punk yang tidak membaca sejarah dan terus mempromosikan tetap berlanjutnya bentuk-bentuk kapitalisme atau komunisme berjalan dimuka bumi ini. Tetapi dapat dikatakan hampir semua Punk percaya akan prinsip Anarkis untuk sama sekali tidak menggunakan pemerintahan resmi atau pengatur serta menghargai kebebasan dan tanggung jawab individu (siapa yang tidak). Profane Existence(berikutnya ditulis PE) merupakan fanzine Anarkis Punk terbesar di Amerika Serikat yang didalamnya berisi reportase politik maupun musik dari perspektif Anarkis. Isi majalah ini banyak memuat periodikal yang ditujukan bagi pembaca-pembaca yang secara intelektual mulai berkembang menjadi aktivis dan mulai meninggalkan sisi musikal gerakan Punk ke format politik.

Sebelumnya perlu diketahui Scene di Eropa banyak memiliki fanzine-fanzine dan band-band Anarkis karena sejarah punk disana lebih aktif dibandingkan rekan-rekan mereka di Amerika serikat. Para pembuat dan editor-editor fanzine ini terinspirasi oleh gelombang ke 2 Punk di Eropa (1980 – 1984) yang sangat berorientasi politis. Band-band seperti CRASS, CONFLICT dan DISCHARGE di Inggris, THE EX dan BGK di Belanda serta MDC dan DEAD KENNEDY di Amerika Serikat merubah Punk dari berandalan Rock N Roll menjadi para pemberontak yang berfikir. Semangat ini diwariskan sekarang oleh jutaan band-band yang memainkan berbagai ragam spektrum musikal Punk. Los Crudos yang menjerit didepan wajah para penindas dengan lirik-lirik eksplisit bagi kesadaran kelas serta Propagandhi yang menemukan tempatnya dalam irama pop Punk yang gampang disenandungkan, ini semua menghasilkan ribuan anak-anak muda diseluruh dunia dengan bangga menyebut diri mereka “Anarkis” dan mulai secara sehat menunjukkan ketidaksukaan akan rezim- rezim pemerintahan yang ada diseluruh dunia.

Pada perkembangan awal apa yang disebut peradaban ada segelintir orang yang menyadari jika mereka dapat hidup dengan mudah dan menjadi kaya dengan membuat orang lain bekerja bagi mereka, Orang-orang ini menggunakan tipuan bahkan kekerasan untuk menginstitusi diri mereka sebagai ketua, orang suci, raja atau pendeta. Dengan menggunakan ancaman dan tahayul mereka membuat orang – orang lain patuh, dimana orang-orang ini selalu menjadi subjek dari orang-orang yang menemukan cara tersebut dan kemudian menjadi penguasa- penguasa baru atas nama reformasi yang tidak akan pernah menghasilkan perubahan apa-apa karena tetap mempertahankan adanya pemerintah”(PE des 1989, hal 19, Felix “sejarah singkat Anarkisme oleh Prof. Felix”).

Punk telah beralih pada Anarkisme sebagai alternatif bagi sistem dunia yang eksis sekarang ikut terlibat mencari alternatif dari siklus kontinuitas penindasan yang terjadi dalam setiap revolusi selama ini.

Sifat alami pemerintahan (serta hirarki secara keseluruhan) meliputi penindasan dan eksploitasi bagi semua orang- orang didalamnya (atau paling tidak terkena efeknya). Tidak seperti kontra kultur borjuis lainnya Punk menolak Komunisme beserta semua tradisi sayap kiri – pemerintah – demokrasi terlebih lagi kapitalisme. Reformasi yang dilakukan partai besar dianggap Punk tidaklah cukup karena amat sangat bersifat statis (misalnya dengan tetap mempertahankan perlunya pemerintahan formal). Reformasi hanya MENYENANGKAN bukan MEMBEBASKAN orang-orang yang telibat didalamnya. Meskipun demikian seperti halnya Komunisme, Punk terlibat dalam berbagai gerakan-gerakan yang mendukung hak perempuan, kelas pekerja serta sama-sama membenci masyarakat kapitalis. Banyak anggota- anggota komunitas Punk terlibat dalam demonstrasi-demonstrasi yang diorganisasi oleh Liga Spartakis atau grup-grup Marxis, Leninis, Trotskys lainnya. Hal ini dikarenakan mereka memiliki goal-goal yang mirip dalam beberapa isu yang spesifik. Anarkisme dan siapa saja yang membaca sejarah sadar akan realitas Komunisme yang telah melenceng jauh dari goal “ideal” akan sebuah “negara”, apalagi bila dilihat dari kaca mata Anarkis yang menolak negara. “Grup-grup komunis yang telah kehilangan kekuatan membicarakan tentang kebersamaan dalam satu garis dan menampilkan Komunisme sebagai kekuatan mulia berperang demi persamaan dan keadilan menghadapi dominasi Kapitalis. Tetapi faktanya para partai-partai sayap kiri secara alamiah bersifat autoritarian. Setiap sistem yang didalamnya memiliki bagian dari filosofi dominasi satu manusia oleh manusia lainnya memiliki kemungkinan untuk menindas.

Kelompok-kelompok komunis tidak akan pernah memperjuangkan pembebasan massa karena hal tersebut hanya akan membuat mereka terhambat dalam upaya untuk memegang kekuasaan. Ketika mereka memperoleh jalan kearah kekuasaan maka mereka akan mengadopsi sifat menindas seperti halnya penguasa-penguasa negara sebelum mereka” (PE #2 Februari 1990 Hal 22, Felix dan Rat, Revolt Against communism). Bukti- bukti akan sifat menindas komunisme tidak hanya mengacu pada keadaan rezim – rezim penindas komunis yang ada saat ini, karena hal tersebut sebenarnya telah terjadi sejak pemberotakan Krondstat tahun 1921, gerakan Anarkis Ukrania tahun 1918 – 21 dan perang sipil spanyol tahun 1936 – 1939 ketika para Anarkis dihianati dan dihancurkan oleh kekuatan totalitarian Komunis.

Rezim-rezim Komunis secara substansial tidak berbeda dengan rezim-rezim yang mereka tumbangkan, paling tidak dalam satu subjek MENJADI PENGATUR/PENGUASA sedangkan Anarkis percaya revolusi bukanlah suatu pergantian yang sederhana (meskipun mungkin sangat amat berdarah) dari satu pengatur ke pengatur lainnya_karena Anarkis berarti tanpa pengatur/penguasa. “kita hidup dizaman dimana revolusi hanyalah berarti hasil rekayasa kelas profesional satu organisasi komunis yang merencanakan untuk menggulingkan sistem kapitalis dan mencoba menggantinya dengan sistem yang sama busuknya jika tidak lebih menindas dari yang ada sekarang” (PE #1 hal 29 ,Band Minnessota Destroy) Dalam pengertian ini revolusi hanya menjadi lingkaran setan : satu pemberontakan tanpa orientasi yang hanya akan menguatkan posisi kelas penguasa baru yang akan menggantikan posisi penguasa lama. Komunisme tidak memiliki ketertarikan akan pembebasan diri dari mental penguasaan yang tidak bisa lepas dalam segala segi kehidupan kita saat ini : untuk menghapus kekuatan itu sendiri, hal yang merupakan ideal para Anarkis__..dan karena hal ini pula maka Komunisme sama tidak diingkan oleh para Anarkis sebagaimana Kapitalisme.

Gerakan Punk berasal dari negara-negara yang memiliki kebijakan-kebijakan demokrasi palsu Kapitalis. Hal yang membuat Kapitalisme beserta masalah-masalah yang diciptakannya menjadi target utama para Punk politis. Kurangnya perumahan yang menciptaka tuna wisma, klasikisme yang menyebabkan pemikiran sempit serta eksploitasi ditempat-tempat kerja merupakan hasil dari sistem yang dibangun atas dasar kerakusan. Sementara tidak perlu dipungkiri jika ternyata sistem kapitalisme juga membuat sebagian orang dapat merasakan kemewahan hidup. Yang merupakan hasil eksploitasi dari mereka- mereka yang tidak memiliki kemewahan. Kepercayaan kuno akan menjadi kaya melalui kerja keras dan kejujuran adalah mitos paling bodoh yang pernah dicekokkan ke kepala kita_.karena bila hal tersebut benar-benar terjadi maka saya sudah amat sangat kaya saat ini. Dalam masyarakat kapitalis definisi kesuksesan diartikan dalam pengertian kemewahan dan komoditas, dimana dengan menggunakan definisi ini kelas menengah sudah “lebih dari cukup” akan menolak perubahan radikal, dengan status kelas menengah mereka sangat ketakutan menjadi “miskin”..kecenderungannya adalah mereka yang merasa miskin secara material merasa HARUS (dan lebih sering lagi) bekerja keras demi memenuhi kemewahan gaya hidup kelas menengah. Fakta bahwa orang – orang lebih memilih menjarah peralatan stereo dan TV daripada makanan dalam kasus – kasus penjarahan, menunjukkan mereka telah teryakinkan bahwa hidup yang lebih baik berarti lebih banyak memiliki barang- barang. Tidak diragukan kemewahan dan uang pada saat ini membuat hidup menjadi lebih mudah_tetapi untuk menilai kesuksesan dan kegagalan hanya dalam term ini memiliki dampak yang amat berbahaya. Kapitalisme berhubungan dengan model – model teoritikal yang mengasumsikan tiap – tiap manusia mencoba untuk MEMAKSIMALKAN KEUNTUNGAN INDIVIDUALNYA_. “dengan menggunakan model seluruh mahluk hidup sebagai contoh mengubah semua hal menjadi komoditi-komoditi yang dapat dijual dan dibeli”(Maximum Rock n Roll(MRR) # 98 juli 1991, New World Order). Hal inilah yang paling jelas dalam lingkungan hancur – hancuran yang kita hidupi sekarang _.ketika ekonomi hanya menghitung nilai – nilai produk lingkungan tanpa menggubris kehilangan – kehilangan yang diakibatkannya _.hal ini merupakan satu pertanda yang memastikan bencana bagi generasi manusia berikutnya (termasuk juga didalamnya hewan dan tumbuhan). Dalam kasus yang paling ekstrem “pemikiran – pemikiran mencapai puncaknya ketika manusia saling berperang _dan hal tersebut menjadi komoditi bagi manusia lainnya_. membuat membunuh sudah kehilangan makna “(ibid).

Satu point yang sangat penting untuk ditegaskan disini adalah dengan menggunakan contoh perang teluk yang terjadi di Timur tengah pada tahun `1991. Seringkali dikatakan bahwa kapitalisme adalah kanibalisasi. Pernyataan ini biasanya digunakan untuk menggambarkan bagaimana pemilik korporasi serta eksekutif – eksekutif mengeksploitasi sesama manusia demi keuntungan profit. Kapitalisme sering terlihat sangat gembira di atas kesengsaraan sekelompok orang lain. Selama perang teluk para tentara dari kedua belah pihak merupakan alat – alat yang mampu meningkatkan tingkat bisnis dan menghasilkan keuntungan ; sebuah kenyataan disamping fakta ratusan ribu orang yang tidak tahu menahu kehilangan nyawa ; serta sebuah peradaban coba dihancurkan. Implikasi menyedihkan tersebut memiliki dampak yang berbeda di Amerika Serikat : perang menghasilkan banyak uang, tanpa perlu lebih jauh berfikir kalau PERANG ADALAH SATU KESALAHAN, dapat dilihat dari beragam jenis hasil ekonomi dari perang _kaos Dessert Storm , Kaset Video, hak siaran Televisi serta stiker – stiker dengan slogan – slogan rasis akan kematian orang lain demi keuntungan kapitalis. Perusahaan minyak adalah “pemenang” perang tersebut dilihat dari keuntungan yang dihasilkan. Slogan populer anti perang yang berbunyi “NO BLOOD FOR OIL” seharusnya lebih akurat diteriakkan sebagai “NO BLOOD FOR PROFIT”. Amerika mengeluarkan lebih dari sekitar enam puluh milyar dollar Amerika( belum termasuk kehilangan nyawa baik dari pihak sekutu maupun dari pihak Irak), hal ini merupakan kejahatan moral sebabjika menghitung dengan lebih akurat keuntungan yang didapat Amerika Serikat ” Dengan kontribusi sebanyak 57 bilyun dollar oleh sekutu ditambah 18 bilyun dollar oleh Arab Saudi dan Kuwait buat pembelian – pembelian senjata baru. Peramng ini merupakan lahan emas yang sangat menguntungkan pemerintah Amerika Serikat” tidak saja bagi pemerintah Amerika Serikat sendiri tetapi juga melibatkan perusahaan kontraktor – kontraktor besar yang akan menggemukkan pundi – pundi uang mereka membangun Irak yang hancur lebur_semakin babak belur maka akan semakin banyak yang dibangun kembali dan berarti semakin banyak keuntungan. Kelihatannya mengambil keuntungan dari perang adalah sangat menjijikkan tetapi inilah yang terjadi_..di Amerika Seriakt banyak yang menganggap adalah terlalu jauh untuk berfikir perang dibuat demi keuntungan personal selain menambah jumlah pengangguran dan membangkitkan semangat patriotik dibalik topeng “objektifitas militer”,_.”beberapa orang mungkin akan menggunakan suatu teori konspirasi terpadu untuk menjelaskan fenomena ini, tetapi kai berpendapat hal tersebut tidak diperlukan _.karena kenyataannya sangatlah sederhana : mengambil keuntungan dari perang adalah tindakan rasional; dalam sistem kapitalis yang merubah segala hal menjadi komoditi_.dimana semua nilai ditentukan oleh “pasar bebas” hal ini pula yang membuat kapitalisme _..selama kurun waktu masa hidup setan ini akan selalu berbasiskan dehumanisasi dan eksploitasi manusia (termasuk hewan dan tumbuhan beserta lingkuangan) bagi keuntungan, suatu hal yang tidak akan pernah dapat diterima oleh para Anarkis. Masih ada lagi alasan – alasan lain mengapa anrkis menolak kapitalisme negara demokrasi palsu seperti yang akan dikemukakan kemudian dalam tulisan ini. Para Anarkis Punk kelihatan banyak sepakat dengan hal – hal yang biasa diperjuangkan oleh para radikal, liberal dan kelompok – kelompok “kiri jauh”_.seperti misalnya kepercayaan dalam memperjuangkan hak wanita, kesamaan, rasial, hak – hak bagi gaybaik yang terlibat dalam platform liberal maupun Anarkis_.meskipun demikian kesamaan – kesamaan ini tidak berarti Anarkis tidak saling mencaci maki (bahkan lebih dari hujatan – hujatan pada sayap kanan) dengan sayap kiri : “Kelihatannya cukup aneh ketika para Anarkis berkoalisi dan bekerja bersama grup – grup sayap kiri _.karena dalam kenyataannya Anarkisme sangatlah berlawanan bagi sayap kiri maupun sayap kanan”(PE # 2 Felix dan Rat) Protes – protes anti perang teluk di Amerika Serikat dapat mengilustrasikan perbedaan mendasar antara sayap kiri dengan para Anarkis. Para pemrotes sayap kiri menunjukkan ketidak inginan mereka untuk “mengambil sikap egaliterisme radikal”(MRR # 99 New World Order) secara keseluruhan pandangan para Anarkis akan sayap kiri adalah ketakutan untuk melakukan sesuatu yang membawa pada konfrontasi langsung dengan negara”_secara personal penulis (CRAIG O_ HARA) menghadiri 2 protest anti perang terbesar di Washington DC dan melihat tuntutan – tuntutan para Anarkis. Ia juga melihat protest – protest yang dibuat oleh beberapa grup liberal dimana merupakan wahana mengambil point – point bagi grup -grup mereka untuk mengambil keuntungan_sembari mempromosikan diri dan menjual merchandise. “Para pemimpin gerakan – gerakan tersebut secara essensi menyuruh para demostran berada di belakang peneriak – peneriak slogan dan kemudian merapatkan barisan “seperti manusia – manusia yang beradab” serta sangat menentang mereka – mereka yang berada diluar barian_serta para pejalan kaki disuruh berada di trotoar – trotoar jaln dan bertingkah laku bagai media..spontanitas dan kreatifitas telah dikebiri_dan bagi mereka – mereka yang memiliki pandangan berbeda dikontrol oleh “monitor – monitor perdamaian” serta dijaga tingkah lakunya_”(ibid) Proses pembangunan koalisi – koalisi seringkali merupakan hasil dari protes – protes besar yang di dalamnya terdiri dari banyak issue yang menunjukkan interelasi satu sama lain _pesan – pesan gerakan protes direduksi hingga menjadi “Bring Our Troops Back Home Now!!!” sementara hal – hal ini berarti mengurangi nilai – nilai kemanusiaan yang dihancurkan perang _.serta membuat Punk mengadopsi slogan yang mempunyai efek langsug : “FUCK the TROOPS” Mendukung tentara untuk menghancurkan, membunuh atau membawa mereka pulang hanya membatasi dan mengacaukan persepsi akan suatu situasi_”Para pemrotes mereduksi isu – isu perang hanya pada satu isu tunggal yang dicerna sebagai : Militerisme adalah O.K karena yang tidak O.K adalah perang ini _dengan menggunakan cara ini gerakan perdamaian hanya mendukung kebohongan patriotik mainstream _mengkotakkan oposisi mereka dalam term kepentingan alternatif nasional : “Perdamaian adalah patriotik_yang merupakan satu kebohongan karena bagi mereka – mereka yang benar – benar tertarik pada perdamaian HARUS MENOLAK PATRIOTISME dan mengerti jika semua negara dibangun atas dasar penindasan dan eksploitasi sudah amat sangat jelas pada saat ini untuk mengetahui Punk sama sekali bukanlah patriotik ” bagi saya menjadi patriotik sekaligus merupakan oposisi bagi masyarakat adalah munafik _sangat tidak mungkin mendukungpoint – point positif suatu negara tanpa mendukung poit – point negatifnya _.apakah subjeknya kematian, penyiksaan atau ketidak perdulian yang menjadi kenyataan karena adanya satu negara__menurut saya point – point negatifnya lebih besar daripada point – point positif”(MRR #39 Agustus 1986, Martin Sprouse) Protes serta seluruh pendekatan anti- perang yang dilakukan sayap kiri hanya mempromosikan perasaan ketidak percayaan serta keputusasaan individual yaitu dengan memperlihatkan satu – satunya cara mengoposisi perang adalah dengan ikut terlibat dalam sebuah grup dan menitipkan (atau memberikan) kekuatan pada ketua – ketua grup – grup tesebut __..Media sendiri hanya tertarik pada beberapa statement yang diberikan oleh pemimpin – pemimpin atau selebritis_.satu – satunya yang dapat dilakukan adalah dengan membeli T-Shirt atau menulis surat _..bagi sayap kiri metode – metode proses sudah mengalami proses pra – definisi dan merupakan aturan yang cukup ketat mengikat serta hanya berarti kembali pada “hirarki, garis otoritas dan mengambil keuntungan – keuntungan sementara tetap mempertahankan posisi tanpa berusaha mengenali bahwa hal – hal tersebut merupakan kekuatan yang bertanggung jawab akan konflik di teluk : perintah yang harus dipatuhi prajurit adalah berdasarkan sistem yang sama dengan yang kita pelajari dirumah sehari – hari. Pesan dari protes perang teluk tersebut sudah menjadi sangat jelas tereduksi menjadi : Katakan kemarahan kamu (Dengan cara yang paling keras sehingga mendapat perhatian) kemudian pulang kerumah dan nonton televisi”(MRR # 99 Agustus 1991, New World Order) Karakterisasi an kegagalan dari resistensi sayap kiri akan perang teluk memiliki kecenderungan yang sama dengan sayap kanan_..dimana ditolak oleh para anarkis karena selalum menggunakan teknik dominasi_dimana pemimpinnya memberikan perintah pada para pengikutnya yang dengan membabi buta mengikuti perintah – perintah tersebut “Para formal kiri mendominasi dengan satu isu tunggal seakan – akan peniti karir profesional mengusahakan perubahan melalui jalur birokrasi serta mencari status – status dalam perjuangan, semua ini seakan ingin menunjukkan kalau mereka adalah para revolusioner “profesional”_Mirip dengan para komunis sayap kiri juga mencari pembenaran lewat “usulan – usulan” untuk mendukung pemilihan suara bagi para politisi “progresif” yang cepat atau lambat akan menjual suara – suara yang mereka dapat demi kekuasaan dan uang atau kemudian malah menandatangani undang – undang yang akan menindas para pemberi suaranya_. Semua orang yang menyempatkan diri untuk bekerja pada grup – grup non profit yang memiliki “tujuan” pasti pernah memiliki pengalaman akan hal – hal seperti yang dituliskan diatas. Tentu tidak menutup kemungkinan terdapat hal – hal baik yang berhasil dilakukan demokrat – demokrat kiri akan tetapi para Anarkis melihat yang mereka lakuakan hanyalah dibagian kulit luarnya saja dan bukan perubahan yang sebenarnya. Kritik paling mendasar bagi politik sayap kiri adalah bagaimana bagusnyapun proposal akan perkembangan mereka cenderung menginginkan perubahan dengan menjadi bagian dari sistem yang korup dan destruktif..sedangkan para Anarkis hanya tertarik pada PERUBAHAN TOTAL. “jutaan rakyat Amerika Serikat amat sangat tidak puas dengan semua pengatur mereka serta semua pengatur – pengatur yang mengontrol hidup mereka dalam semua tingkatanmeskipun demikian orang – orang ini bukanlah para revolusioner karena mereka masih mempercayai institusi – institusi demokrasi.selama orang – orang masih percaya bahwa mereka dapat memilih orang – orang yang tepat untuk memimpin mereka”legedna demokrasi” inilah yang merupakan satu kekuatyan busuk yang membuat keadaan yang kita hidupi sekarang ini hidup terus. “Legenda Demokrsai” inilah yang menjadi kekuatan pemerintah semua negara di dunia didalamnya beserta para sayap kira maupun kanan mereka beserta politik – politik “progresif” mereka. Tentu saja amt menggoda pada saat ini untuk percaya disuatu tempat masih ada politisi jujur dan baik yang dapat dipilih dan membuat perubahan positif (Ingat legenda satria piningit di Indonesia)jikapun ada manusia yang sejujur ini (baik dalam perkataan maupun dalam perbuatan) keterlibatan mereka dalam status quo tentu saja menjadikan mereka kandidat – kandidat penguasa berikutnya. Bahkan bila terjadi suatu keajaiban yang memungkinkan adanya para pemimpin – pemimpin “yang baik ini” maka akan muncul sebuah masalah yaitu ketidakpercayaan para reformis ini akan individual – individual serta komunitas – komunitas untuk memecahkan masalah mereka sendiri(lihat kasus – kasus yang trjadi di Indonesia pada saat ini), hal ini dikarenakan para reformis tersebut merasa orang – orang tidak sanggup mengurus urusan – urusan mereka sendiri serta merasa otoritas diperlukan untuk memimpin semua orang dengan sukses ke arah yang lebih baik. “Saya pikir adalah suatu kesalahan besar bergantung pada pemerintah dalam menjalankan satu reformasi ke arah masyarakat yang lebih adil, karena semua masyarakat statis selalu berdasarkan pembagian kelas dan ketidaksamaan”(PE # 13, Maret 1992 hal 6, Felix) bentuk – bentuk reformasi selalu dibesar – besarkan oleh sayap kiri daripada menyerang ke jantung sistem dan menghadapi langsung penyakitnya : sebagai contoh dalam masalah tunawisma dan orang miskin hanya merupakan window dressing dalam agenda – agenda mereka tanpa menyerang langsung keadaan SELURUH SISTEM yang KORUPdan RAKUS yang menyebabkan hukum – hukum kapitalisme. “Jikalau ada sesuatu hal yang perlu diungkapkan maka hal tersebut hanyalah ketertarikan kelas penguasa dan negara akan jutaan individual yang ada di dunia sehingga menjadi cerdas dan membaktikan waktu dalam, hidup mereka untuk berusaha keras tanpa perduli sama sekali akan kehidupan mereka sehingga tidak akan pernah mempengaruhi struktur kekuatan yang dominan saat ini sama ksekali.”(Ibid) Para Anarkis Punk menolak semua fungsi pemerintahan penting untuk dituliskan disini mengenai kemungkinan – kemungkinan yang mereka tawarkan beserta kemungkinan – kemungkinannya juga konsepsi – konsepsi akan Anarkisme akan hal – hal yang telah dikritik diatas. Band Punk pertama yang secara serius tertarik akan Anarki adalah CRASS asal Inggrisuntuk detail sejarah mereka secara lengkap termasuk asal mula dan petualangan mereka maka sebaiknya mencari buku Shibboleth yang ditulis Penny Rimbaud_s..CRASS adalah sebuah komunitas yang terdiri dari kurang lebih dua belas orang, selain sebuah Band mereka juga membuat film, koran dan label rekaman.Band ini dibentuk tahun 1978 sebagai reaksi dari menjamurnya penerimaan serta fashion Punk. Praktek bisnis CRASS ini yang kemudian berkembang menjadi praktek bisnis standar para penerus yang terinspirasi oleh mereka. juga dalam hal merchandise. Hanya dengan penghormatan akan pandangan pacifisme merekalah yang membuat sebagian Anarkis Punk mengacu pada CRASS sebagai salah satu point utama akan referensi ideal para Anarkis Punk. “Anarki adalah satu – satunya bentuk pemikiran politik yang tidak mencari keuntungan atau berusaha mengontrol orang lain lewat kekerasan”(Flipside # 23 Maret 1981, CRASS) CRASS mengutuk baik partai – partai sayap kiri maupun kanan yang menggunakan kekuatan untuk mengontrol maupun memeras orang lain.memiliki ide akan negara sama dengan memiliki ide akan penyerahan sebagian aspek kehidupasn seseorang pada negara (yang dalam beberapa kasus malah menyerahkan hidup mereka)..” Anarki adalah penolakan akan kontrol negara dan representasi akan permintaan bagi individual untuk menghidupi pilihan hidupnya serta tidak lagi perduli pada segala manipulasi politikdengan penolakan pada kontrol maka hal tersebut tidak lain berarti tanggung jawab personal akan semua gangguan an pelecehan yang dilakukan pemerintah. ” Dengan menolak untuk dikontrol kamu mengambil kembali hidup kamu ke tangan kamu dan hal inilah yang disebut Anarkikarena Anarki bukanlah chaos..Anarki adalah suatu keadaan dimana kamu mengatur diri kamu sendiriinilah keadaan Anarki..bukan suatu ajang chaos dimana semua orang melakukan apa yang mereka inginkan tanpa tanggung jawab”(Ibid) Anarki adalah ketika individu – individu hidup bersama dalam kepercayaan dan penghormatan akan satu sama lain. Pertanyaan tentang bagaimana Anarkisme memastikan untuk menghidupi pilihan personalnya dalam keadaan masyarakat sekarang sering menjadi dilema, anarklis dengan tegas tidak dapat memaksa orang lain untuk menerima apapundimana hal ini hanya membawa pada diperlukannya proses pengajaran dan internalisasi untuk mencegah prejudis dan keserakahan. “Penghormatan akan orang lain (termasuk properti) tidak dapat sesederhana memintanya begitu saja karena hal ini merupakan proses belajar..Masyarakat kapitalisme dimana kita hidup sekarang ini merupakan contoh akan masyarakat yang dibangun dalam keserakahan..sebuh proses sosialisasi yang dipaksakan dalam kehidupan keseharian kita sehingga terbiasa memperlakukan manusia lainnya sebagai objek.” (PE # 5 ,Anonymus) Dengan kata lain Anarkis atau orang – orang yang menginginkan suatu akhir perubahan yang positif harus bersedia mengajarkan dan “mensosialisasikan” masyarakat untuk berfikir dalam isu – isu yang manusiawi sehingga memungkinkan untuk membuat suatu masyarakat yang bebas benar – benar terjadi. Untuk mencapai perubahan akan suatu ideologi tanpa pemerasan maupun kekerasan para Anarkis harus berfikir umat manusia mampu dan menginginkan perubahanjika tidak maka para Anarkis hanya akan kembali jatuh dalam lingkarasn setan dimana memaksa dengan menggunakan sikap yang sama dengan hal – hal yang mereka benci.suatu kontradiksi bagi para Anarkis untuk memaksakan hal – hal yang dipercayainya pada orang lain.secara alami tidak ada orang serakah, egois dan saling membenci satu sama lain karena memang “bersifat” demikiankarena hal tersebut merupakan hal yang dikondisikan oleh masyarakat yang dari lahir hidup dalam masyarakat yang mengeksploitasi satu sama laininilah hal yang dibutuhkan sistem yang kita hidupi sekarang terus berjalantentu saja jika seorang anak ditunjukkan pada ide – ide pacifis serta humanitarian yang baik dan bukan ide – ide yang dengan mudah dapat mereka temui dikeseharian pada saat ini, masyarakat tentu saja akan memiliki pandangan yang berbeda dengan yang ada sekarang ini di seluruh dunia(MRR # 48 April 1987/ Band New York A.P.P.L.E) Para Anarkis harus memikirkan bahwa semua orang mampu mengatur diri mereka atau Anarkisme hanyalah menjadi satu hal yang elitis dan mengatakan bahwa goal yang ingin mereka capai adalah satu hal yang tidak mungkinIde – ide tersebut seringkali berdasarkan asumsi bahwa sifat alami manusia sebenarnya baik dan dibuktikan oleh pengamatan Kropotkin bahwa semua kemungkinan befungsi tebaik ketika mempraktekan saling tolong menolong, pemikiran ini adalah yang kemudian menjangkau dari pemikiran Aristoteles akan suatu keyakinan bagi pekerjaan profilik linguistik hingga Noam Chomskyhal lain yang perlu untuk diketahui adalah para Anarkis yang telah menyerah pada basis massa mayoritas Anarkis setuju akan usaha “pembelajaran” tanpa harus menjadi seorang pemimpin. “Dengan satu atau lain hal orang – orang harus mempelajari Anarkisme. Tetapi pada saat ini kebanyakan propaganda anarkis kelihatan seperti ceramah pada orang – orang bodoh” Bagi para intelektual apalagi orang awam amat sangat sulit melihat gerakan Punk sebagai kekuatan yang serius bagi revolusi. Imaji media akan Punk rocker adalah seseorang yang biasa ngobat dan merusak diridan hal inilah yang melemahkan Punk sebagai satu ancaman politikmeskipun demikian hal ini tidak menghentikan gelombang baru Anarkis Punk membuat retorika – retorika akan perubahan dan tindakanselama kurun waktu 80 an hingga 90 an Anarchist Youth Federation(di Minnesota, Tennessee, CaLifornia dan Maryland), Twin Cities(Mineapolis) Anarchist Federation, Cabbage Collective (Philadelphia), Tools Collective (Boston), Positive Force (Washington DC) serta banyak lagi organisasi – oraganisasi lain yang melakukan banyak kegiatan seperti pertunjukkan/acara dan pengumpulan dana bagi tujuan – tujuan yang baik. Pada saat ini collective Punk berkembang dan menyusut dengan cepat diseluruh penjuru duniacontoh paling baik akan semangat kolektif adalah apa yang dilakukan oleh Positive Force di Washington DC. “Positive force (PF) adalah grup yang terdiri dari anak – anak muda di darah DC yang bekerja bersama – sama bagi perubahan. Kami mengorganisasikan pengumpulan dana dan pertunjukkan – pertunjukkan gratis, demonstrasi serta pengajaran – pengajaran berbagai pekerjaan yang berkaitan dengan orang – orang yang membutuhkan. Kami menentang rasisme, seksisme, Homofobia, militerisme, kekerasan, ketidaksamaan ekonomi serta sensor dan banyak lagi hal – hal jelek lainnyaPF bukanlah bagian dari suatu partai politik atau rantai komando kepemimpinan karena merupakan kumpulan anak – anak muda yang bekerja bersama – sama demi perubahan.”(Pamflet PF) PF sangat aktif dalam berbagai protes anti perang teluk serta mengumpulkan ribuan dolardbagi berbagai tujuan seperti bank makanan, Washington Peace Center, AIDS Center dan banyak lagi lainnyameski PF masih sering dianggap statis dan Reformis oleh banyak Anarkis yang lebih radikal secara sukses PF telah membangun komunitas dan kesadaran. Sebuah buku sedang ditulis oleh pendiri(bukan pemimpin) PF Mark Andersen tentang filosofi serta sejarah scene Punk di Washington DC. Sekali lagi kebanyakandari para Punk I iterinspirasi oleh kata – kata dan tindakan – tindakan band – band politikal Punk seperti CRASS. Secara khusus CRASS pernah bekerjasama dengan Campaign For Nuclear Disarmament (CND) di awal tahun 80 an. Steve Ignorant mencoba mengingat hal tersebut “Pertama kali kami mengunjungi tempat tersebut kantor CND di Kings Road hanyalah kantor kecil berisi dua orang dengan poster – poster 60 an dimana – mana. Kami katakan kami akan bekerja sama dengan mereka.mulai saat itu Punk mulai mengenakan simbol Peace dan mempelajari tentang sejarah perang.sejak saat itu dimulailah semuanyakita mulai menunjukkan situasi yang sebenarnya pada orang – orang dimana tidak ada yang lemah dan Hippies akan perdamaian”(MRR # 62 Juli 1988, Steve Ignorant CRASS) hal lain yang dilakukan CRASS serta band – band lainnya adalah dengan membuka Anarchy Center di London, tempat ini digunakan sebagai toko buku, tempat bermain band dan squat bagi mereka – mereka yang tidak memiliki tempat tinggal.sayangnya center ini kemudian ditutup karena tindakan Vandalisme dan dijadikan tempat penggunaan obat – obatan bagi mereka yang mengartikan “NO RULE ” berarti tanpa TANGGUNG JAWAB..Center – center yang mirip dengan ini kemudian berkembang sepeti EMMA Center yang terdapat di Mineapolis, mereka menghindari penggunaan obat – obatan dan vandalisme sehingga terhindar dari yang terjadi pada pendahulunya. Sebelum lebih jauh membahas pada metode – metode yang digunakan para Anarkis untuk mendapatkan tujuannya serta berbagai argumen akan pacifismeperlu digarisbawahi bnahwa banyak Anarkis yang hanya memiliki Goal – goal yang sangat terbatas. Biasanya Anarkis Punk tersebut cukup puas dengan lingkaran teman – teman mereka sendiri serta menolak menyebarkan Anarkisme dengan skope yang lebih luas. Sikap ini dapat diinterpretasikan sebagai satu konsepsi bahwa dirinya adalah Anarkis tetapi tidak menerima fakta bahwa orang lainpun dapat mengatur diri mereka sendiri.ide ini merupakan cerminan budaya borjuissuatu kepercayaan bahwa “saya OK dan orang – orang lainlah yang ngaco” bukanlah Anarkismehal – hal inilah yang sering terdapat dalam tulisan – tulisan Anarkis Punk. Anarki secara personal merupakan subjek akan klaim statis bahwa Pemerintah dan bentuk – bentuk penegak hukum diperlukan untuk mencegah pembunuhan dan pencurian.sedangkan para komunis maupu republikan yang paling taat sekalipun akan menyangkal membutuhkan pemerintah untuk mengontrol dirinya sendiri.mereka mengatakan hal tersebut dibutuhkan oleh MASSA(untuk lebih lengkap tentang gerakan ANTI – MASSA tunggulah terjemahan dari Nothing Left Collective)meskipun demikian Anarki Personal (yang berarti hanya menyimpannya bagi diri sendiri tanpa berusaha berkomunikasi dengan orang lain) adalah elitis dan counter revolusionari.orang – orang ini telah menyerah akan harapan bagi perubahan besar dalam masyarakat, tetapi bila mereka juga tetap aktif menyebarkan pandangan mereka pada orang lain dalam lingkungan mereka, hal inilah yang membuat mereka masih dianggap kontibusinya dalam komunitas Anarkis Punk.. Pacifisme telah menjadi subjek penting dalam komunitas Anarkis akhir – akhir ini, kondisi invasi Amerika Serikat ke Irak tahun 91 membuat mereka mencari cara baru dalam resistansi.band – band Anarkis pada awalnya mempraktekkan Pacifisme sebelum mereka sendiri yang kemudian menolak pandangan tersebutBand – band Inggris seperti CHUMBAWAMBA dan CRASS serta band Skotlandia POLITICAL ASYLUM adalah yang pertama – tam menyuntikkan pandangan ini. “Tidak ada kontradiksi antara Anarkisme dan PacifismePacifisme bukanlah menjadi Pasif.bagi saya Pacifisme merepresentasikan penolakan yang dalam untuk mengambil nyawaide bahwa Pacifisme adalah kepasifan adalah se naif ide bahwa Anarki adalah Chaos” (Flipside, CRASS) CRASS adalah yang menunjukkan pacifisme bukanlah respon pengecut pada kekuatan. “Sebagai seorang Pacifist saya berdiri menentang organisasi militerisme, saya percaya bahwa penggunaan kekuatan untuk mengontrol orang lain adalah pelanggarang harga diri manusia, jika saya menemukan diri dalam posisi dimana kekuatan mengancam saya secara langsung serta akan melanggar hak – hak serta harga diri saya maka saya akan mencegahnya dengan melakukan semua hal yang saya bisa. Dalam situasi tersebut saya TIDAK AKAN MENGECUALIKAN PENGGUNAAN KEKERASAN. Pacifist Tidak Ingin Menjadi MARTIR meskipun demikian Pacifisme menekankan bahwa TANPA – KEKERASAN adalah sejalan dengan Anarkisme. Bahwa OTORITAS adalah SALAH bahkan bila ANARKI sekalipun menjadi OTORITA maka hal tersebut amat sangat salahPacifist Punk menemukan sangat suli bagi mereka menyebarkan pandangan tersebut dalam komunitas dimana Pacifisme sering diartikan dalam konotasi mainstream seperti yang dilakukan GANDI. ” Banyak orang masih percaya Pacifisme secara terbuka sangat mudah diinfiltrasi musuhdaripada satu fakta yang sangat jelas bahwas PERANG = KEMATIAN=KESALAHAN. Logika dasar yang fundamental ini dianggap BENAR TAPI TIDAK REALISTIK dalam dunia dimana keserakahan dan Paranoia membuat PATRIOTISME seakan – akan hal yang alami kedua setelah SURVIVAL..”(SUB HUMAN EP RATS .Bluurgh records 1983) Perdebatan yang lebih mendalam akan pandangan pacifist Anarkis datang dari perbedaan antara ENDS (hasil akhir) dengan MEANS (maksud dan tujuan)hal ini adalah karena kesadaran amat sangat sulit untuk menghancurkan semua negara disunia tanpa menghancurkan orang – orang yang mereka perangi. Saya kebetulan salah satu orang yang percaya hasil akhir dan meksud serta tujuan harus merupakan satu hal yang konsisten yang berarti berbohong, membunuh dan berdusta sejauh yang saya bisa tidak akan pernah saya lakukan”(MRR # 77 Oktober 1989, Mike Gunderloy editor Factsheet Five) Bagi pacifist yang tergabung dengan para Anarkis REVOLUSI HANYA BISA DATANG LEWAT EDUKASIkarena hanya dengan menunjukkan tanpa memaksakan maka setiap orang dapat MEMBEBASKAN DIRINYA SENDIRI sebagai pijakan kuat jika menginkan satu revolusi menciptakan masyarakat Anarkis benar – benar terwujud. Seringkali para Anarkis yang menggunakan kekerasan “bertindak dari ego daripada hati dan membuat mereka semakin sering menggunakan kekerasan dari yang mereka butuhkan” (Assault With Intent to Free (AWIF) # 9 musim gugur 1991 hal 34, SKULL) Pacifist memegang pandangan bahwa “memproduksi literatur dan debat dalam suatu isu akan lebih lebih meyakinkan orang daripada menggunakan molotov”(Ibid) Alasan utama Anarkis Punk menjadi Pacifist terletak pada ide akan Anarki sendiri ” Dengan goal – goal menuju ketidak adaan pemerintah serta opresor – opresornya, kekerasan oleh para Anarkis sama sekali tidak mencerminkan pernyataan Anarkis selama ini yang menentang kekerasan yang dilakukan dalam politik yang selalu terjadi”(PE # 5 hal 11. Tood Mason editor IN* CIT) Hal lain yang merupakan alasan jelas bagi para Anarkis untuk mengadopsi sikap -sikap anti kekerasan adalah perbedaan jumlah kekuatan antara Punk serta Counter Culture Freaks lainnya dengan pemerintah – pemerintah yang mereka hadapi di semua negara di dunia. Kesadaran bahwa sangat tiak mungkin menggulingkan pemerintah sendirian apalagi mengharapkan warga negara status quo membantu mereka. Hal lain adalah sangat tidak berguna bila ngotot dan tertangkap apalagi terbunuh. “Bermain – maion dengan romantisme revolusi adalah kekuatan massa yang disertai penggunaan kekerasan akan membuat sesorang terbunuh jauh sebelum waktunya mati ; atau paling tidak berada di balik terali besi.bahkan jika kekerasan tersebut berdasarkan bela diri murniapa kamu masih mendengar kabar terakhir dari Black Panther defensif yang bersenjata lengkap akhir – akhir ini ??” (Ibid) masih banyak Punk masih menganggap serius romantisme – romantisme klasik revolusi dengan melakukan kejahatan – kejahatan kecil tidak efektif atau tindakan – tindakan atas nama revolusi imajinerPacifist Punk mendorong para Anarkis lainnya jika masih banyak yang harus dilakukakan sebelum (Semoga saja tidak diperlukan) suatu tindakan kekerasan dijustifikasi sebagai suatu tindakan bagi terbentuknya masyarakat Anarkis saat ini “semakin banyak tindakan – tindakan tidak berguna yang dilakukan akan menghasilkan lebih banyak orang mengatakan dan menulis kita adalah Punk – punk tanpa otak yang belum dewasa” (AWIF, SKULL) Kontradiksi yang selalu menjadi bagian dari dunia Punk terjadi kemudian ketika beberapa dari para penggagas ide Pacifist sendiri yang kemudian mempertanyakan gagasan tersebut. Anggota – anggota band Inggris Chumbawamba serta Steve Ignorant dari CRASS sendiri yang kemudian menolak dan melihat Pacifist sebagai ide naif. ” sayang sekali dunia nyata tidak berdasarkan premis – premis moral, jika politik dan perubahan revolusioner adalah tentang moral.kita telah menang berabad – abad yang lalupada saat – saat dan tempat – tempat tertentu kita ternyata harus menggunakan kekerasan (MRR # 104 januari 1992, Ramsey Kanaan, Political Asylum)bahkan semakin lama Pacifist dilihat sebagai satu taktik yang tidak menguntungkan ” saya percaya filosofi Pacifist sebagaimana saya mempercayai tuhantetapi didunia nyata saya kesulitan untuk membuktikan Tuhan eksis! Ini dunia nyata dengan kekerasan nyata yang banyak terjadi dalam masyarakat kita. Dengan tidak mempersiapkan diri untuk berhadapan dengannya baik mental maupun fisik adalah satu resiko besar untuk diambil”(PE # 5, Dan sang Edit- terrorist) Felix serta Dan dari kolektif PE seringkali memberikan informasi dalam fanzine mereka bagi persiapan – persiapan menghadapi kekerasan. Artikel yang direkomendasikan disini adalah yang dimuat dalam buku “MAKING PUNK A THREAT AGAIN” dalam sub titel Turn Up The Heat dimana Felix memberikan kebutuhan akurat akan pengetahuan minim penggunaan senjata api. Tidak ada kriteria yang pasti yang dapat diberikan untuk menentukan kapan dan bagaimana kekerasan dapat diterima.

Salah satunya yang terjadi dalam konflik selama protes – protes anti – perang teluk dimana Pasifis sering diprotes karena liberal dan tidak efektif “Minggu – minggu pertama protes di San Fransisko membuat ketegangan antara Pasifis mainstream dengan mereka yang menggunakan konfrontasi langsung yang radikal. Kami semua menyaksikan demonstrasi “damai” hanyalah kedok untuk mempertahankan depot – depot rekruitment kadang mereka malah membantu memadamkan api yang disulut demostran lainnya.sambil meneriakkan “anti – kekerasan” yang terngiang terus di kepala kami” (MRR # 100 september 1991, “The War At Home”)

Penulis di atas telah menolak Pasifisme tanpa menyadari spektrum yang dipancarkan pandangannya dia merasa Pasifisme didukung oleh kesadaran tinggi yang termanifestasi secara puritan dalam kebenaran diri serta tidak menyisakan tempat bagi kemarahan dan spontanitas “seperti halnya menciptakan massa tanpa warna yang ingin menjadi martir dan ketakutan akan energi hidup yang tidak terkontrol dibandingkan ketakutan akan kematian.” (MRR # 99, New World Order) Sementara saya setuju dengan kutukan diatas perlu digarisbawahi bahwa bukan penyerahan diri yang membuat gelombang protes anti perang teluk pada saat tersebut karena bagi sebagian orang hal tersebut merupakan taktik – taktik untuk mencapai tujuan dimana kadang kekerasan diperlukan tetapi kadang pula menjadi counter produktif” (Ibid)

Mengakui terdapatnya banyak kekerasan dalam hidup kita serta mengatakannya sebagai satu hal yang salah kelihatannya tidak menghentikan orang lain untuk melakukan hal tersebutide bahwa kekerasan adalah satu – satunya yang menghasilkan sesuatu adalah argumen yang sangat berbahaya, seperti halnya argumen “mungkin akan membuat lebih baik” yang sangat ditentang para Anarkis.

Para Punk non Pasifis sejauh ini tidak mengakibatkan kekerasan akan manusia bagi signifikansi politik mereka. Perkelahian dengan polisi seringkali terjadi sepanjang tahun 80-an (bahkan hingga sekarang) tetapi biasanya terjadi akibat dilarangnya acara-acara atau pertunjukkan. Punk tidak pernah terlibat dalam kekerasan berkedok revolusi atau pembunuhan politik, yang pasti Punk sama sekali tidak berorientasi kekerasan tidak perduli apa yang dikatakan media. Hanya baru-baru ini saja Punk secara serius tertarik dengan perjuangan bersenjata. Material – material yang tersedia tentang Red Army Fraction atau Angry Brigade, Weatherman serta Black Panther serta kelompk-kelompok yang memilih jalur perjuangan bersenjata seringkali di review dalam fanzine – fanzine hal ini ditambah dengan populernya perjuangan EZLN di Meksiko yang membuat semakin banyak Punk menolak ideologi PacifismeDiharapkan banyak lagi mereka yang memilih jalur – jalur lain untuk mensupport perjuangan diseluruh dunia bagi kemerdekaan individu mempersiapkan diri mereka dengan baik. Sementara kekerasan terhadap otoritas seringkali direview dalam berbagai sudut pandang yang bertentangan, kekerasan terhadap properti telah menjadi statement yang umum dari kedua belah pihak untuk meminta perubahan. Para Punker dari seksi – seksi lingkungan hidup sering mengacu pada tindakan – tindakan yang menacu pada vandalisme dan pengrusakan properti. Tindakan – tindakan tersebut seringkali tidak terpublikasikan dengan baik sehingga menutupi signifikansi mereka, membuat pandangan umum melihat tindakan mereka sebagai hooliganisme. Para Punk di Belanda menghancurkan stasiun bensin SHELL dengan molotov karena keterlibatan mereka di Afrika Selatan, belum lagi Punk diseluruh penjuru dunia menghancurkan laboratorium penyelidikan yang menggunakan binatang sebagai percobaan serta properti-properti pendukungnya, billboard seringkali dirusak dan diganti untuk menyampaikan pesan – pesan politik.

Bagi para Pacifist Punk biasanya sejalan dengan hal – hal diatas karena pacifist mereka hanya berlaku bagi mahluk hidup. Selama protes anti perang teluk Punk menemukan cara – cara untuk membuat konflik adalah dengan meningkatkan jumlah kerusakan material yang terlibat dalam perang tersebut yaitu dengan propaganda perusakan properti serta penggunaan cat semprot yang mengacu pada vandalisme ; hal ini dimaksudkan secara langsung menghancurkan operasi militer dengan menduduki stasiun – stasiun rekruitment dan memblokade pengiriman persenjataan serta berusaha menghambat semua koneksi yang membuat perang berlangsung terus bahkan lewat jalur kekerasan”(MRR # 100 September 1991, New World Order) PE sangat vokal dalam dukungan – dukungan mereka bagi penghancuran Properti. Editorial PE seringkali menganjurkan dan menuliskan berbagai aksi. Editor PE Dan pernah menuliskan keterlibatannya dalam aksi anti perang teluk di DC “aksi yang pertama – tama bertempat di gedung pemerintahan pertama yang kita lewati. Beberapa pembayar pajak berlarian ketika batu mulai dilemparkan ke jendela – jendela dan dinding – dinding dilumuri cat. Uang dapat mengganti jendela dan kaca baru tetapi seberapa banyakpun tetap tidak dapat mengganti nyawa manusia yang melayang dalam peperangan demi pemerintah” Penghancuran properti tudak hanya dapat dilihat sebagai statement politik karena banyak Punk sekaligus mengadopsi hal tersebut sebagai satu cara bersenang – senang. Punk mengadopsi cara – cara yang biasa digunakan EARTH FIRST! yaitu DIRECT ACTION. Penyabotan dan penghancuran sistem adalah bagian utama dari gerakan Punk meskipun demikian aksi – aksi mereka jarang melibatkan konfrontasi fisik kecuali bila melibatkan Skinhead atau polisi.

Dari: http://id.wikipedia.org

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: