KOLEKSI BUKU II

Posted on February 9, 2009. Filed under: BUKU2 TERBITAN KONTRAS |

Politik Militer Dalam Transisi Demokrasi Indonesia

File Deskripsi:
Type: *.PDF
Size: __

Laporan Penelitian Bisnis Militer di Perusahaan Minyak Bojonegoro-Jawa Timur

File Deskripsi:
Type: *.PDF
Size: __

Ketika Moncong Senjata Ikut Berniaga : “Laporan Penelitian Ketelibatan Bisnis Militer Dalam Bisnis Di Bojoneogro bouven Digoel dan Poso”

File Deskripsi:
Type: *.PDF
Size: __

When Gun Point Joins The Trade : Executive Summary Millitary “Millitary Bussines Involvement in Bojonegoro, Boven Digoel and Poso”

File Deskripsi:
Type: *.PDF
Size: __

Ketika Moncong Senjata Ikut Berniaga : Ringkasan Eksekutif “Laporan Penelitian Ketelibatan Bisnis Militer Dalam Bisnis Di Bojoneogro bouven Digoel dan Poso”

File Deskripsi:
Type: *.PDF
Size: __

MENATAP WAJAH KORBAN

Penulis : Usman Hamid, Hotma Timbul Hutapea, A. Patra M. Zen, Stanley Yosep Adi Parsetyo
Penerbit : KontraS, SNB, APHI, IKOHI, FKKM 98, Yayasan Tifa (2005)
Jumlah Halaman : 222 Halaman

Empat priode kepemimpinan terlampaui sudah, tak ada satupun jawaban ampuh bagi kedukaan korban/keluarga korban kerusuhan Mei 98. Optimisme gerakan korban dan keluarga korban selalu disandingkan dengan argumentasi kekuasaan; bahasa politik (baca; kepentingan) dan retorika hukum yang terus saja diputar balik untuk kepentingan penguasa (baca: pelaku). Buku ini, menjadi saksi betapa semua itu terus menyelimuti pengungkapan kasus kerusuhan Mei. Dengan pendekatan teoritis, penulis memaparkan bahwa argumentasi penolakan pengusutan kasus Mei, tidak lebih dari budaya ketakutan dan kepengecutan bangsa ini untuk mengakui dan meluruskan sejarahnya.
Perpanduan analisis peristiwa dengan analisis sisi politik, dan hukum, menjadi argumentasi valid, bahwa kasus Mei adalah pelanggaran berat HAM. Oleh karenanya negara harus berani mengungkap dengan paradigama kepentingan korban, tanpa harus ketakutan pada institusi apapun (baca:militer). Dengan buku ini, keberanian mental dan kepercayaan diri secara retorik terasa begitu segar, bahwa kasus ini harus diungkap!

File Deskripsi:
Type: *.PDF
Size: __


REKA ULANG KERUSUHAN MEI 1998

Penulis : Ester Indahyani Jusuf, Raymond R Simanjorang

Penerbit : kerjasanma KontraS, SNB, IKOHI, FKKM 98, Yayasan Tifa (Mei 2005)

Kegelapan menaungi pengungkapan kebenaran peristiwa Kerusuhan Mei 1998. namun jejak peristiwa, serpihan peristiwa, dan kesedihan peritiwa bertebaran di mana-mana. Anehnya meskipun ada, semua seakan bungkam dan menutup diri sehingga peristiwa dianggap tidak pernah ada. Paling tidak demikianlah fakta politik terhadap peristiwa Mei 1998. Kejagung sebagai institusi yang telah diamanatkan rakyat negeri ini-pun bungkam dan diam dalam gelap, berkas jejak peristiwa itu, selalu dan kermbali dipulangkan Kejagung kepada Komnas HAM.
Penulis, menyadari betul, bahwa kebungkaman peristiwa Mei 1998, bukan melulu soal permainan politik tingkat tinggi, namun juga kebungkaman data dan dokumentasi yang valid . Sejumlah lembaga masyarakat yang consern dengan peristiwa kerusuhan Mei 1998 justru melihat lain. melalui investigasi, riset, testimoni korban dan saksi-saksi, serta data-data dokumentasi, lembaga-lembaga ini mampu melakukan rekonstruksi atau Reka ulang peritiwa Mei 1998. reka ulang ini disajikan dalam bentuk kronologik visual (dalam bentuk sketsa/gambar). Inilah keunggulan buku Reka Ulang Kerusuhan Mei 1998, Sehingga apa yang disampaikan terasa begitu ringan, dan mengalir tanpa membuat bobot kepedihan dan kenyataan peristiwa berkurang. Visualisasi sketsa menjadikan buku ini menarik dilihat, dibaca dan dipahami, dan dirasakan dengan dalam, apa sesungguhnya yang terjadi pada peristiwa kerusuhan Mei 1998.

File Deskripsi:
Type: *.PDF
Size: __


MEREKA BILANG DI SINI TIDAK ADA TUHAN; SUARA KORBAN TRAGEDI PRIOK

Penulis : Korban Tanjung Priok dan KontraS

Penerbit : KontraS dan Gagas Media (Agustus 2004)

Jumlah Halaman : 195 Halaman

Bicara dan berbagi tentang kepedihan dan kesakitan karena perenggutan dan perampasan Hak-hak sebagai manusia bukanlah hal mudah. Membicarakannya, seperti membuka luka dan menoreh kembali sakit. Namun luka dan sakit, tak akan pernah terobati hanya dengan diam dan meratap. Luka harus disingkap, dan sakit harus diobati. Dan sungguh, bicara tentang luka itu, tentang sakit itu adalah mata pintu pertama untuk bisa berbagi, untuk bisa dipahami dan dimengerti. Setidaknya itulah yang coba di lakukan teman-teman korban tanjung Priok yang dinistakan hak-haknya sejak 1984 oleh penguasa orde baru. Pengalaman sakit mereka; berupa penangkapan dan penahanan sewenang-wenang serta penyiksaan terhadap korban Tanjung Priok, coba korban dan keluarga korban tuliskan melalui buku MEREKA BILANG DI SINI TIDAK ADA TUHAN; SUARA KORBAN TRAGEDI PRIOK .

Pengalaman ini dituliskan dan dibukukan dengan harapan membuka mata hati pembaca, betapa korban Priok telah tersakiti. Dan betapa ini disemua dilakukan penguasa tiran orde baru melalui tentara dan kepolisian sebagai kaki tangan. Pengalaman sakit korban, adalah sejarah bangsa negeri ini, sejarah yang coba ditulis korban untuk bisa mengungkap pada masyarakat negeri ini bahwa kekerasan itu ada, kekejian itu ada, pelanggaran HAM berat itu ada dan nyata dialami korban Tanjung Priok. Dengan segenap tenaga yang tersisa, korban coba bagi pengalaman pahit itu agar sejarah bangsa ini dapat diluruskan dan semoga proses peradilan tidak lagi menjadi media legitimasi impunitas dan pelarian tanggungjawab negara dan para pelaku. Bagi kita yang sudi mendengar kesakitan korban, bagi kita yang peduli dengan pelurusan sejarah negeri ini, buku ini menjadi media sharing dan infomasi serta dokumentasi yang pantas dimiliki.

File Deskripsi:
Type: *.PDF
Size: __

MEMPERTIMBANGKAN PEMILU ACEH DI BAWAH DARURAT MILITER

Penulis : KontraS

Penerbit : KontraS (Januari 2004)

Jumlah Halaman : 152 Halaman

Asas kunci Pemilu adalah LUBER (Langsung, Umum, Bebas, rahasia) dan pemilu ada guna pemenuhan hak berekspresi dan berperan serta dalam penyelenggaraan negara. Namun mungkinkah hak-hak tersebut mampu terpenuhi jika proses Pemilu dilalui dalam situasi darurat militer. Dituliskan dalam buku ini, MEMPERTIMBANGKAN PEMILU ACEH DI BAWAH DARURAT MILITER, d alam banyak studi, implementasi dari kebijakan hukum darurat militer ( martial law ) menyebabkan banyaknya kejahatan terhadap hak hidup, dan kejahatan HAM serius lainnya. Sehingga menjadi tidak relevan membicarakan kebebasan berekspresi ( freedom of expression ) jika problem fundamentalnya, berupa kejahatan HAM tidak diselesaikan. kondisi itulah yang sungguh terjadi di Aceh, ketika pesta demokrasi; Pemilu 2004, dilaksakanakan.
Dalam buku ini, penulis mengelaborasikan dengan gamblang gambaran tentang proses pembangunan pemenuhan HAM secara internasional, di bawah kondisi darurat (state of emergency) serta kaitannya dengan darurat militer di Aceh dalam konteks diskurus hak asasi manusia dan pelaksanaan pemilu. Diurai pula perihal potensi real poltik di aceh yang selalu dijadikan sarana perebutan kekuasaan ( power building ), sehingga tujuan pemilu di NAD tidak pernah menyentuh pemenuhahan hak-hak masyarakat Aceh -terlebih dalam keaadaan darurat militer. Sebagai sebuah case apa yang dipaparkan dalam buku ini cukuplah penting, penting untuk mengukur sungguhkah Indonesia memenuhi hak-hak masyarakat Aceh???

File Deskripsi:
Type: *.PDF
Size: __


Pergulatan Kemanusiaan dan Keadilan; Laporan Tahunan Kondisi Penegakan HAM 2002

Penulis : KontraS
Penerbit : KontraS (April 2003)
Jumlah Halaman : 159 Halaman

Penegakan HAM, selalu dihadapkan pada realitas sosial politik yang sering kali tidak memihak kepada kemanusiaan dan keadilan. Keengganan dan ketidaksungguhan pemerintah terhadap penegakan HAM, terasa tidak bergeser dari waktu ke waktu, dengan bermacam wajah kekerasan yang beragam. Buku ini dihadirkan untuk sampaikan sekian wajah kekerasan yang diparktekan bangsa ini bersama segala institusi turunannya (baca: eksekutif, Legislatif, Yudikatif) sepanjang tahun 2002.

Dalam buku Pergulatan Kemanusiaan dan Keadilan; Laporan Tahunan Kondisi Penegakan HAM 2002 diurai dengan kritis perihal penyanderaan HAM di Indonesia, melalui berbagai kebijakan politis yang dilahirkan lembaga-lembaga berwenang yang sungguh tidak sesuai dengan ukuran ideal penegakkan HAM, seperti; pengangkatan pelaku yang diduga pelanggaran berat HAM sebagai aparatur negara, penolakan penuntasan kasus Trisakti, Semanggi, TanjungPriok, Abepura, Thyes dan banyak lainnya, kemelut di tubuh KomnaS HAM, dan kebobrokan peradilan. Pada akhirnya yang terlihat adalah penghindaran untuk menghukum kejahatan terhadap kemanusiaan yang terus terpelihara sejak tahun sebelumnya, 2001.
Selain itu, buku laporan tahunan ini, adalah bentuk akuntabilitas kerja advokasi KontraS tehadap masyarakat dalam penegakan HAM di Indonesia sepanjang 2002. apa yang diutarakan dalam buku ini merupakan dinamika yang KontraS terlibat dalam politik/diskursus pergulatan kemanusiaan dan keadilan.

File Deskripsi:
Type: *.PDF
Size: __


PEMULIHAN PSIKOSOSIAL BERBASIS KOMUNITAS

Penulis : Sondang Irene E. Sidabur, Livia Iskandar, Dharmawan, Kristi Poerwandari, Nining Nurhaya
Penerbit : KontraS dan Yayasan Pulih, September 2003
Jumlah Halaman : 256 Halaman

Realitas sosial, politik dan budaya Indonesia amatlah beragam. Seringkali kekerasan hadir memanfaatkan keragaman tersebut. Keragaman tersebut sering dimanfaatkan untuk kepentingan politik kelompok, elite lokal atau bahkan negara. Kekerasan Aceh, Ambon, Sampit, Maluku, Poso dan banyak lainnya, adalah contoh nyata bahwa konflik kekerasan ada di sekitar kita. Tragisnya, Konflik selalu minggalkan “luka Psikologis” bagi korban dalam jumlah masif.

Buku PEMULIHAN; PSIKOSOSIAL BERBASIS KOMUNITAS, dengan nada empati, menyadari betapa luka psikologis bukanlah hal remeh yang bisa begitu saja diabaikan. Pengalaman traumatis menggoncang dan melemahkan pertahanan individu-individu. Lebih dari itu pengalaman traumatis yang tidak diolah akan meledak pada suatu ketika, dalam bentuk tindakan destruktif yang tidak bisa diperkirakan, entah itu balas dendam atau lainnya, yang tentu saja akan sangat berpengaruh pada cita-cita perdamaian negeri ini. Dengan bahasa yang ramah, buku ini menuangkan pendekatan Psikologis, dalam hal penanganan korban konflik, baik individu ataupun masyarakat banyak.

Buku ini mengeksplorasi lebih jauh, bahwa “basis komunitas (Korban)” bisa dijadikan sandaran dalam pendekatan terhadap korban, terkait dengan Keragaman sosial, budaya masyarakat, sehingga buku ini menjadi panduan yang kontekstual dalam pendampingan korban. kesan duplikatif dan trial-error menjadi tersingkirkan -sebab seringkali dalam penanganan korban semua metode diasumsikan dapat diterapkan di semua tempat. Bagi pecinta ilmu Psikologi dan pendamping korban, aktivis HAM atau bahkan korban, Buku ini sungguh layak dan sangat aplikatif dijadikan acuan

File Deskripsi:
Type: *.PDF
Size: __


STAGNASI HAK ASASI MANUSIA; LAPORAN TAHUNAN KONDISI HAM DI INDONESIA TAHUN 2001

Penulis : KontraS
Penerbit : KontraS, Januari 2002
Tebal Halaman : 117 Halaman

Paska (Reformasi) 1998, situasi sosial politik Indonesia diapksa menuju suasana transisi, dari rezim otoritarian menuju negara Demokratis. Dua tahun sudah proses transisi berlalu, sebuah cermin yang harus dilihat adalah, “bagimanakah keberadan penegakan HAM di masa Transisi ini?” sungguhkan penegakan HAM bermetamorfosis sesuai harapan? Sudahkah program demokratisasi dibidang HAM menjelma? Jawaban bagi kegundahan tersebut, dipaparkan dalam buku STAGNASI HAK ASASI MANUSIA; LAPORAN TAHUNAN KONDISI HAM DI INDONESIA TAHUN 2001 . Situasi sosial poltik 2001 dianalisa dan disandingkan dengan berbagi penanganan kasus pelanggaran HAM dimasa lalu yang masih saja gelap. Hal tersebut bisa dilihat dari penanganan masalah dan terciptanya kekerasan baru dalam kasus-kasus berikut ini: TanjungPriok, Talangsari, Penculikan aktifis 1997-1998, Trisakti, Semanggi, Aceh, Papua, Ambon, Sampit, Poso, atau terror dan intimidasi bagi pekerja HAM.
Tidaklah berlebihan, jika buku ini memilih kata “Stagnasi” bagi penegakan HAM di Indonesia. Karena dengan kritis, buku ini menyampaikan segala duri di jalan bangsa ini yang telah menghalangi proses menuju penegakan HAM yang dicita-citakan. Membaca buku ini memberikan gambaran bahwa tahun 2001 masih menjadi tahun kegagalan bagi pemerintah dalam penegakan HAM. Telaah kritis buku ini sungguh memberikan catatan penting jalannya reformasi dan demokrasi yang tidak lebih dari sebuah jargon dan euphoria semata pada tahun 2001. Setidaknya Dengan membaca laporan tahunan ini, kita lebih mengerti bagaimana mengurai rasa optimis kedepan demi perubahan menuju Indonesia yang baru itu.

File Deskripsi:
Type: *.PDF
Size: __

SAKRALISASI IDEOLOGI MEMAKAN KORBAN; TANJUNG PRIOK SEBUAH LAPORAN INVESTIGASI

Penulis : KontraS
Penerbit : KontraS (April 2001)
Jumlah Halaman : 51 Halaman

Tanggal 7 September 1984, di Tanjung Priok, sekitar pukul 23.00 Wib, atas nama dasar Asas Tunggal Pancasila-, telah terjadi tindak kekerasan berupa penyerangan ke penduduk sipil yang melakukan aksi secara damai. Peristiwa tersebut mengakibatkan puluhan nyawa melayang tanpa makna, ratusan luka, puluhan raib tanpa berita. Melalui investigasi yang intens dan mendalam, KontraS tuangkan secara lugas dan komprehensif, segala yang terjadi pada tragedi Priok dalam buku SAKRALISASI IDEOLOGI MEMAKAN KORBAN; TANJUNG PRIOK SEBUAH LAPORAN INVESTIGASI . Pendekatan dan metodologi yang digunakan menghasilkan sebuah laporan yang komprehensif perihal pelanggaran berat HAM pada 7 September 1984 di Tanjung Priok, Jakarta. Bahkan laporan ini juga mengungkapkan bagaimana Peradilan juga menjadi bagian dari perluasan pelanggaran HAM terhadap orang-orang yang ditangkap dalam aksi pada 7 September 1984.

Membaca buku ini, tidak sekedar mengingatkan kita pada peristiwa berdarah di Tanjung Priok, lebih dari itu, buku ini juga memberikan analisis dan rekomendasi yang berarti bagi pengusutan dan penuntasan pelanggaran HAM yang terjadi pada peristiwa Tanjung Priok. Jika institusi yang berwenang; Komnas HAM, Kejagung dan Pengadilan HAM di INdonesia berkenan belajar dari buku ini, seharusnya keadilan akan terwujud, sejarah akan terungkap dengan sebenarnya, hak-hak korban akan dipenuhi. Dan yang juga penting untuk Indonesia kedepan, apakah sakralisasi ideologi boleh menghalalkan darah anak negeri ini? membaca buku ini adalah bagian dari upaya untuk menjawabnya.

File Deskripsi:
Type: *.PDF
Size: __


NEGARA MENOLAK BERTANGGUNGJAWAB; LAPORAN PELANGGARAN HAM TAHUN 2000

Penyusun : KontraS
Penerbit : KontraS, 2000
Jumlah Halaman : 158 halaman

Masa Transisi di tahun 2000 pasca reformasi 1998 mengemban begitu rupa kewajiban, optimisme kian meruah untuk bisa melahirkan negara demokratis, untuk bisa menegakan HAM di Indonesia. Sungguhkah harapan itu terjawab?
Tanpa bermaksud mengadili, laporan dalam buku ini; mengurai segenap peristiwa pelanggaran HAM di bumi negeri ini berdasarkan bentuk-bentuk kekerasan yang terjadi, menyeret segenap kebijakan negara terhadap penegakan HAM yang terus saja ambigu dan diskriminatif, membongkar keengganan institusi penegak hukum dalam membuka fakta pelanggaran HAM. Lebih jauh NEGARA MENOLAK BERTANGGUNGJAWAB; LAPORAN PELANGGARAN HAM TAHUN 2000 , tidak sekedar menyeret realitas untuk bicara, analisis dan rekomendasi yang berdasar-pun disampaikan dengan bijak. Sejalan dengan misinya sebagai laporan tahunan, buku ini memberi pengetahuan dan dokumentasi yang orisinil bagi masyarakat dalam memahami kekerasan di Indonesia. harapannya; semoga saja pengetahuan masyarakat mampu menggalang solidaritas bagi penegakan HAM di Negeri ini, sekarang dan Selamanya!

File Deskripsi:
Type: *.PDF
Size: __

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

One Response to “KOLEKSI BUKU II”

RSS Feed for ANARKO99 Comments RSS Feed

Wah bisa langsung download nih….


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: