Hukum Berhenti di Kasus BLBI

Posted on February 11, 2009. Filed under: BUKU2 TERBITAN ICW |

Penyusun : Danang Widoyoko, Syarifudin, M. Affan R. Tojeng

ICW, Desember 2004

xii + 80 halaman

download di sini

Penanganan kasus BLBI sampai saat ini masih menyisakan banyak persoalan. Diantaranya penyimpangan dana BLBI yang dilakukan oleh para pemilik Bank, tidak jelas arah penanganannya. Porses penegakan hukum seakan-akan terhenti ketika harus berhadapan dengan para konglomerat nakal atau para koruptor kelas kakap. Beberapa kasus dihentikan penyidikannya oleh pihak kejaksaan alias mendapat SP3. Ada yang mendapat hukuman tetapi ringan, kalaupun ada yang mendapat hukuman berat namun para terpidana kasus korupsi BLBI tersebut tidak bisa dieksekusi atau melarikan diri ke luar negeri.

Salah satunya David Nusa Wijaya, bos Bank Servitia, koruptor dana BLBI sebesar Rp 1,3 triliun. Mahkamah Agung telah memvonis David Nusa Wijaya 8 tahun pernjara, tetapi hingga saat ini tidak bisa dieksekusi karena terpidana telah kabur ke luar negeri. Disela-sela kaburnya, David Nusa Wijaya masih sempat ‘unjuk gigi’ dengan cara melakukan gugatan melawan BPPN meminta pembatalan perjanjian PKPS APU-Servitia. Dan lagi-lagi pengadilan (PN Jakarta Selatan) pun masih memberikan kemenangan kepada bos Bank Servitia tersebut.

Begitulah buramnya penegakan hukum kasus-kasu BLBI. Hampir tidak untuk mungkin mengatakan tidak bahwa telah terjadi judicial corruption dalam penanganan perkara-perkara BLBI baik secara pidana maupun perdata.

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: