“He-Man” : IDEOLOGI FASIS KAUM FUNDAMENTALIS

Posted on June 14, 2009. Filed under: ARTIKEL |

blog_cover-fasismeIdeologi fasis berkembang di sejumlah negara dunia seiring dengan terjadinya krisis ekonomi yang parah pada era 30 an. Kata fasis diambil dari kata latin Fasces yaitu seikat ranting yang dibawa orang di depan hakim-hakim roma sebagai lambing kekuasaan.Ideologi fasis sendiri lahir di Italy paska perang dunia I.Perang menyebabkan ekonomi Italy memburuk , pengangguran meningkat dimana-mana , kaum sosialis dan komunis semakin radikal , petani merampas tanah , para buruh mengadakan aksi mogok dll.Para kaum kapitalis dan industriawan kemudian menyewa sekelompok tukang pukul yang terdiri dari para penjahat dan kriminal , mereka berkelahi di jalan-jalan , menghajar kaum buruh yang mogok , bertempur melawan kaum petani miskin yang mencaplok lahan para tuan tanah , dan menghancurkan organisasi-organisasi berpaham kiri.Kelompok ini dikenal dengan nama Fasci di Combattimento (Kalompok-kelompok untuk bertempur).Kelompok ini akhirnya mengembangkan ideologinya sendiri , dengan dipimpin oleh Benitto Mussolini kalompok ini mulai mendapat pengaruh. Kaum fasis menolak parlemen dan sangat mengagungkan kekerasan. Pada tahun 1922 kaum fasis dalam jumlah besar memasuki kota Roma kemudian mengambil alih kekuasaan.

Ideologi fasis juga diadopsi oleh Adolf Hitler seorang kopral pada pasukan Jerman yang mendirikan partai NAZI yang kemudian berhasil memenangkan pemilu di Jerman.Setelah berkuasa sebagaimana mitranya di Italy ia juga mengembangkan sebuah kediktatoran dan memberangus partai-partai politik. Ideologi fasis mendasari pahamnya pada kebencian dan fanatisme berlebihan untuk mendukung sebuah sistim yang otoriter dan kekuasaan yang absolut.Untuk meraih kekuasaannya mereka biasa menggunakan cara-cara kekerasan baik kekerasan secara fisik juga secara psikis melalui sarana teror dan intimidasi. Ideologi fundamentalis Islam yang dikembangkan oleh Hasan Al Banna berkembang pada era ini.Ideologi fasis memang menjanjikan untuk memperoleh dukungan dan kekuasaan yang besar dalam tempo yang cukup singkat , sehingga tidaklah terlalu mengejutkan di kalangan radikal agama ideologi fasis ini cukup disukai juga. Berorientasi Pada Kekuasaan Ideologi fasis selalu berorientasi pada kekuasaan , kekuasaan disini adalah sebuah kekuasaan yang mutlak , kekuasaan yang absolut , dimana mereka memiliki kekuasaan yang tanpa batas dan mengontrol dengan ketat kehidupan orang-orang yang berada dibawahnya. Untuk itu mereka menanamkan semangat kebencian pada “musuh” atau kelompok yang diidentifikasikan sebagai musuh. Mereka menolak total segala perbedaan dan mengagungkan penyeragaman , menolak total konsep demokrasi , dialog dan toleransi. Semangat kebencian ini digunakan untuk membangun semangat militansi pengikutnya dalam menghadapi musuh bersama tersebut.

Dalam prosesnya walaupun kolompok fasis menolak demokrasi tapi mereka tidak segan dalam menggunakan proses demokrasi untuk memperoleh kekuasaan . Orientasi utama kaum fasis adalah kekuasaan dan untuk memperolehnya mereka bisa menggunakan segala cara termasuk demokrasi itu sendiri. Demokrasi bagi kaum fasis ditafsirkan sebagai alat untuk memperoleh kekuasaan melalui suara mayoritas.Karena itu mereka berusaha untuk mencetak kader-kader fanatik sebanyak-banyaknya melalui proses proses indoktrinisasi dan brain washing , kemudian berusaha menempatkan orang-orangnya untuk memperoleh kekuasaan dan posisi secara mutlak di berbagai sektor sampai kemudian menguasai kekuasaan puncak secara total.Cara seperti ini juga dipakai oleh kelompok kiri, hal ini tidak aneh karena ideologi fasis sendiri berkembang dari wacana-wacana sosialis yang diterapkan secara radikal.

Padahal demokrasi sendiri bukanlah bertujuan untuk kekuasaan.Demokrasi menolak prinsip kekuasaan totaliter yang diistilahkan dengan jargon “Suara Raja/Penguasa adalah Sauara Tuhan” , demokrasi mengangkat jargon “Suara Rakyat adalah Suara Tuhan” , sehingga dalam demokrasi suara rakyat lebih utama dari suara penguasa.Demokrasi menolak total konsep totaliter , dalam demokrasi kekuasaan dibatasi dan dibagi yang terkenal dengan konsep trias politika , hal ini dilakukan untuk mencegah adanya kekuasaan yang korup dan sewenang-wenang , selain itu demokrasi juga terlindungi dan terjaminnya fungsi kontrol sosial dan kritik dari masyarakat terhadap kebijakan-kebijakan publik yang dilakukan penguasa , demokrasi juga berarti terjaminnya hak-hak sipil dan supremasi hukum  serta penghormatan terhadap HAM. Sehingga tidaklah terlalu mengherankan kalau kaum fasis dituding menggunakan instrumen demokrasi untuk merampok demokrasi. Paham Kebenaran Mutlak Kaum fasis menganut paham bahwa mereka adalah satu-satunya kelompok yang benar dan dunia akan lebih baik bila kekuasaan mutlak berada di tangan mereka.Bagi kaum fasis semua bentuk kritik akan dianggap sebagai bentuk pembangkangan yang harus ditumpas . Mereka memasung pikiran pengikutnya agar menganggap semua tindakan mereka adalah selalu benar karena mereka adalah di pihak yang benar , oleh karena itu mereka membolehkan melakukan segala cara untuk kepentingan kelompoknya walaupun tindakan itu bertentengan dengan nilai-nilai moralitas dan agama.

Kaum fasis tidak bisa menerima ada yang berbeda dengan mereka , kaum yang berbeda dengan mereka akan diidentikkan sebagai musuh karenanya semua cara bisa dan boleh dilakukan untuk menyingkirkan mereka. Paham kebenaran mutlak ini juga digunakan untuk mengintimidasi  pengikutnya supaya patuh 100 % pada kehendak pimpinan mereka seperti budak yang menurut pada tuannya.Pengikut fasis dikondisikan secara mental dan psikologis supaya menuruti semua kemauan pemimpinnya tanpa reserve , semua bentuk penolakan dan kritik akan dianggap sebagai bentuk pembangkangan . Ideologi Fundamentalis Ideologi Fasis. Ideologi kaum fundamentalis tidak dapat dipungkiri terinspirasi oleh ideologi fasisme yang saat itu berkembang dengan pesat di dunia. Para ideolog fundamentalis seperti Hassan al Banna berusaha meniru cara-cara kaum fasis untuk memperoleh dukungan dan pengikut dalam jumlah besar dengan tempo yang singkat. Mereka memodifikasi ideologi fasis dengan memamfaatkan agama . Kaum fundamentalis membangun militansi pengikutnya dengan membangun sebuah semangan kebencian pada kaum kafir utamanya Yahudi dan Nasrani. Mereka mengeksploitasi teks-teks keagamaan untuk menciptakan ketakutan di kalangan pengikutnya bahwa eksistensi agamanya akan dihancurkan orang-orang kafir, mereka juga menanamkan pandangan bahwa semua orang kafir adalah jahat , adalah monster , mereka juga mengeksploitasi kasus-kasus kekerasan bernuansa agama untuk semakin mempertebal perasaan kebencian di kalangan pengikutnya terhadap kaum kafir. Mereka juga berusaha menanamkan paham kebenaran mutlak pada pengikutnya.Mereka menanamkan anggapan bahwa Islam yang dianut mereka adalah satu-satunya Islam yang benar , Islam yang otentik dan bersumber langsung pada Al Qur’an dan Al Hadis , sementara Islam-islam lainnya adalah Islam yang menyimpang , Islam yang tidak sesuai dengan tuntunan Al Qur’an dan As Sunnah bahkan Islam yang sesat.

Mereka menanamkan pada pengikutnya bawa seluruh tafsiran agama dan pendapat fiqh yang diambil ulama dari kalangannya adalah satu-satunya penafsiran yang benar , seluruh bentuk kritik apalagi penolakan akan dianggap sebagai sebuah tindakan yang melawan agama.Dengan ini mereka berusaha menciptakan kader-kader fanatik yang taat 100 % pada kemauan pemimpinnya , apapun yang dilakukan pemimpinnya adalah selalu benar dan harus diikuti dan dijalankan. Keseragaman tingkah laku dan pola pikir sangat diutamakan dalam kelompok. Seluruh kehidupan anggotanya sedapat mungkin selalu berada di bawah kontrol pemimpin kelompok.  Terhadap kelompok saingannya mereka menghalalkan segala cara untuk menghancurkan eksistensi dan merusak nama baik mereka , Cara-cara fitnah , teror , ancaman dan intimidasi dibenarkan demi menghancurkan kelompok saingannya.Sehingga tidaklah terlalu mengherankan kalau dalam pengajian-pengajian maupun media media terbitan mereka selalu dipenihi hujatan dan fitnah kotor terhadap kelompok-kelompok Islam lain. Metode ini adalah bagian dari proses indoktrinisasi mereka kepada pengikutnya agar mereka menganggap bahwa posisi mereka adalah selalu benar dan orang lain/kelompok lain adalah menyimpang dan sesat sehingga perlu untuk diluruskan termasuk dengan cara-cara kekerasan baik kekerasan fisik maupun psikis. Mereka juga menggunakan tahapan-tahapan untuk meraih kekuasaan. Mereka menggunakan sistim sel sebagaimana diterapkan oleh Lenin dan kaum Bolshevik Russia , menggunakan metode pengambil alihan kekuasaan secara mutlak dimulai dari organ-organ terkecil mulai dari kepengurusan rohis kampus atau DKM sampai akhirnya berusaha meraih kekuasaan tertinggi negara. Walaupun menggunakan metode demokrasi melalui lembaga kepartaian , mereka menanamkan kepada pengikutnya bahwa demokrasi adalah ajaran sesat bikinan Barat sebagai gantinya mereka mengagung-agungkan sistim totaliter berbasis agama yang dinamakan khilafah. Nampak jelas bahwa ideologi fundamentalis tidaklah mengikuti tuntunan Rasulullah , melainkan tuntunan Mussolini , Hitler , Lenin dan Stalin  yang dibuat seolah-olah merupakan tuntunan Rasullah.

gihnusantaraid@yahoo.com

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: